Mengunjungi Desa Tradisional Seto di Estonia

Mengunjungi Desa Tradisional Seto di Estonia
Spread the love

Estonia, negara Baltik yang kaya akan sejarah dan budaya, menyimpan warisan unik di sudut-sudutnya yang paling tersembunyi. Salah satu permata tersembunyi tersebut adalah desa tradisional Seto, yang terletak di wilayah tenggara negara ini, berbatasan dengan Rusia. Masyarakat Seto, dengan budaya, bahasa, dan tradisi mereka yang khas, menawarkan pengalaman yang sangat berbeda dari apa yang bisa ditemukan di bagian lain Estonia. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi kehidupan dan keunikan desa-desa tradisional Seto, mulai dari arsitektur khas mereka. Tradisi yang masih terjaga, festival unik, hingga cara-cara untuk menikmati kunjungan yang tak terlupakan.

Arsitektur dan Pemukiman Tradisional

Desa-desa Seto dikenal dengan arsitektur tradisionalnya yang mencerminkan gaya hidup dan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun. Rumah-rumah di desa Seto biasanya dibangun dari kayu, dengan atap jerami yang tebal, dirancang untuk melindungi penghuninya dari cuaca dingin yang keras. Salah satu ciri khas arsitektur Seto adalah adanya tsässon, yaitu bangunan kecil yang digunakan sebagai tempat pemujaan. Tsässon tersebar di seluruh desa dan merupakan bagian penting dari identitas spiritual masyarakat Seto.

Tradisi yang Masih Terjaga

Masyarakat Seto mempertahankan banyak tradisi kuno yang telah hilang di tempat lain. Salah satu aspek paling menonjol dari budaya Seto adalah musik dan nyanyian polifonik mereka. Yang diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Lagu-lagu Seto, atau leelo, sering dinyanyikan dalam kesempatan-kesempatan khusus dan berkisah tentang kehidupan sehari-hari, pekerjaan, dan sejarah masyarakat Seto. Selain itu, masyarakat Seto juga terkenal dengan kerajinan tangan mereka, seperti tenun dan bordir, yang menampilkan motif dan warna tradisional yang khas.

Festival Unik

Mengunjungi desa Seto saat festival adalah cara terbaik untuk mengalami kekayaan budaya mereka secara langsung. Festival Seto Kingdom Day adalah salah satu acara tahunan yang paling penting, di mana pengunjung dapat menyaksikan pemilihan Raja Seto, pertunjukan musik tradisional, dan pasar kerajinan tangan. Selain itu, festival Seto Folk menawarkan kombinasi menarik antara musik tradisional dan kontemporer, menarik pengunjung dari seluruh Estonia dan luar negeri.

Menikmati Kunjungan yang Tak Terlupakan

Untuk benar-benar mengapresiasi keunikan desa Seto, pengunjung disarankan untuk mengambil bagian dalam kegiatan sehari-hari masyarakat setempat. Menginap di salah satu rumah tamu tradisional, mencicipi makanan khas Seto seperti sült (aspik daging) dan kama (campuran tepung biji-bijian), serta berpartisipasi dalam workshop kerajinan tangan adalah beberapa cara untuk merasakan kehidupan Seto yang autentik. Jangan lupa untuk berjalan-jalan di alam sekitar desa, yang menawarkan pemandangan alam yang indah dan kesempatan untuk menemukan tsässon tersembunyi.

Baca Juga : Menikmati Keindahan Alam di Taman Nasional Braslav Lakes

Kesimpulan

Mengunjungi desa tradisional Seto di Estonia bukan hanya tentang melihat tempat-tempat baru. Tetapi juga tentang merasakan dan mempelajari cara hidup yang unik dan berharga. Keindahan arsitektur tradisional, kekayaan tradisi yang masih terjaga, festival unik, dan kehangatan masyarakat setempat menjadikan desa Seto destinasi yang memperkaya jiwa. Dengan mengeksplorasi desa-desa ini, pengunjung tidak hanya membawa pulang kenangan yang tak terlupakan. Tetapi juga penghargaan yang lebih dalam terhadap keberagaman budaya dan kekuatan tradisi. Kunjungan ke desa Seto menawarkan pelajaran berharga tentang pentingnya melestarikan identitas budaya di tengah perubahan dunia.

One thought on “Mengunjungi Desa Tradisional Seto di Estonia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *